hujan turun sore itu begitu derasnya, butuh beberapa menit untuk menciptakan harmonisasi nada yang diciptakan oleh hujan itu sendiri. Satu hal yang ada di dalam kepala saat itu adalah sebuah kenangan tentang seseorang yang pernah begitu lama tinggal didalam hati. seseorang yang mungkin sudah lupa rupa wajahku, bunyi suaraku. Tapi entah mengapa kenangannya tak pernah lepas dari hati, menyeruak liar seperti hewan peliharaan yang lapar menunggu untuk diberi makan. Hampir setiap aku mencoba menerbangkan pikiran keluar dari kepala, selalu namanya ada.. Ahhh, ini bisa membuatku gila.

Dan kejujuran mungkin hal yang paling aku sembunyikan tentang rasa itu, sebab ada yang pernah berkata bahwa “Kadang kita merindukan masa lalu bukan karena kita menginginkan orang itu untuk bersama lagi, tapi dengan momen manis yang dilewati bersama” . Biar bagaimanapun hidup harus dilanjutkan, meski kadang kenyataan jauh dari mimpi yang kita rencanakan.

Hujan semakin deras, suasana semakin menenggelamkan aku jauh kedalam kenangan. Meskipun sadarku terlambat untuk paham bahwa kamu sudah temukan rasa bahagia, entah dengan siapa namanya. Aku tak perduli, yang jelas kau pernah ambil bagian dalam skenario kehidupan yang tuhan buat untukku. Dan mungkin salah satu caraku mencintaimu adalah melupakan kenangannya.

Bekasi, 29 November 2013