Tulisan ini bukan untuk menjelek-jelekan birokrasi di Indonesia *KarenaSudahHancurrrr:p* . tapi sebagai hasil dari pengamatan dilapangan secara cermat, seksama, dan Adil oleh saya yang bodoh ini.. *orang “BODOH” Boleh Ngga Sih Jadi Pengamat??* lol

sebenarnya ada perasaan malas untuk memposting tulisan ini, tapi media yang saya punya buat menulis apa yang ada di hati saya ya cuma blog butut ini.. :p.

disini saya melihat ada beberapa Kebiasaan buruk para birokrat yang ada di Indonesia yang sering kita temukan adalah

  1. Menempatkan seseorang yang tidak kompeten pada bidang yang strategis
  2. Proses birokrasi yang begitu semrawut
  3. Saat ada pergantian kepemimpinan, yang baru selalu buta dengan apa yang sudah dikerjakan oleh yang lama.
  4. Program Kerja yang dibuat tidak berjalan secara berkelanjutan sehingga ada kesan selalu dimulai dari NOL lagi bila ada pergantian pimpinan
  5. System yang sudah berjalan dengan stabil, bisa dengan mudah dihentikan hanya dengan sebuah nomor peraturan pemerintah, Undang-undang , Perda. yang dengan jelas belum tentu sistem yang baru berjalan dengan baik, dan parahnya, hal ini akan memakan biaya yang besar dan rawan akan terjadinya korupsi anggaran. <<—- Paling Lucu
  6. “Disini” semua bisa dengan mudah diada-adain.. asal “Wani Piro?”
  7. Yang terparah, tidak bisa kita pungkiri dan kita abaikan seolah-olah kita tidak tahu.. di Indonesia.. khususnya di Birokrasi, yang pertama kali dilihat adalah siapa orang yang membackingi seseorang ketimbang kompetensi orang tersebut untuk memegang amanat.

Kalo menurut orang yang “bodoh” seperti saya, ada beberapa hal yang harus diperbaiki. yakni

  1. Setidaknya dibutuhkan lembaga independen yang mandiri yang tidak bisa diajak “Main Mata” untuk mengawasi proses yang ada di birokrasi.. <<-Apakah ini mungkin.
  2. Keterbukan untuk membuka saran, Kritik dan Makian (Yang Penting Jangan ampe Kena Pukul Gan)
  3. Adanya audit secara berkala pada posisi strategis apakah layak pemangku jabatan berada di posisinya
  4. Kompetensi dasar, Menengah dan Mahir pada bidang yang strategis.
  5. Arti sejati yang hakiki dari profesionalisme dalam pekerjaan.,. <<— saya Belum bisa nih yang begini

sebenarnya masih banyak yang ada dikepala saya, tapi koq kayanya mampet dan susah buat dikeluarin.. dan sepertinya saya membutuhkan “perangsang” buat tulisan saya ini.. :p

Buat rekan-rekan yang bekerja di Birokrasi, saya minta maaf kalo tulisan ini menggores perasaan anda. sebaiknya langsung ditutup aja jendela blog saya. tapi jangan dilaporin ke “Pihak Berwenang” ya!! Karena cuma di Blog ini saya bisa cuap-cuap sepuasnya.. :p :p :p