Subnetting adalah metode memecah network dengan membagi ip address sehingga memperkecil kesulitan dalam memanage jaringan, biasanya seorang network administrator melakukan subnetting untuk menerapkan sistem keamanan dan mencegah adanya keruwetan sistem jaringan serta meminimalisir besarnya alamat broadcast paket yang lewat di jaringan tersebut..

untuk melakukan subnetting, saya masih ingat sewaktu masih sekolah dulu saya diajarkan bagaimana menghitung secara manual bagaimana cara melakukan subnetting pada sebuah jaringan lan, begitu juga  saat mengambil kursus CCNA, cara manual membuat saya frustasi, karena kita harus terlebih dahulu mengkonversikan bilangan decimal ke bilangan biner. Hal ini dilakukan secara manual.. tentu membingungkan buat saya yang punya nilai matematka pas-pasan.

akhirnya, dikarenakan modal Otak yang serba pas-pasan, saya terus mencari solusi bagaimana dapat melakukan subnetting dengan mudah, karena bagian dasarnya saya sedikit banyak mengerti, kita bisa menggunakan aplikasi di linux yaitu IPcalc .

Dengan IPcalc anda dapat melakukan untuk mencari alamat broadcast serta network dan range ip address dengan memasukkan ipaddress dan netmask. untuk melakukan installasi paket ipcalc, anda bisa menginstallnya dari repositori ubuntu dengan perintah

$sudo apt-get install ipcalc

setelah paket ipcalc terinstall dengan baik, anda dapat menggunakan perintah

$ipcalc -h

perintah diatas digunakan untuk melihat opsi apa saja yang ada pada perintah ipcalc.

Mulai melakukan subnetting

untuk melihat range ipaddress dari alamat jaringan dari network 192.168.0.0/24, anda dapat menggunakan perintah.

$ipcalc -b 192.168.0.0/24

maka hasil yang akan diperoleh adalah..

Address:   192.168.0.0
Netmask:   255.255.255.0 = 24
Wildcard:  0.0.0.255
=>
Network:   192.168.0.0/24
HostMin:   192.168.0.1
HostMax:   192.168.0.254
Broadcast: 192.168.0.255
Hosts/Net: 254                   Class C, Private Internet